Kursi halte ngawi

Kursi halte Malioboronya Ngawi

Kursi Halte Malioboronya Ngawi | Putra Sari Logam


Sekilas Tentang Malioboronya Ngawi

Halo sobat logam, jumpa lagi bersama mimin! Kali ini mimin akan membahas tentang kursi halte untuk Malioboronya Ngawi.

Pemerintah Kabupaten Ngawi, melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (Disperindag), telah membangun kawasan perdagangan kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Yos Sudarso Ngawi, mulai dari perempatan Kartonyono hingga pintu gerbang Alun-Alun Ngawi.

Lajur pedestrian diperlebar hingga 6 meter sehingga pejalan kaki merasa nyaman dan leluasa. Selain itu, desain eksterior dan landscape yang elegan, lengkap dengan ornamen dan gazebo bergaya ala Korea, membuat pengunjung betah menikmati suasana.


Tujuan Pembangunan Malioboronya Ngawi

Proyek pembangunan ini bertujuan menjadi ikon wisata kuliner dan Malioboronya Ngawi.
Dengan harapan, banyak masyarakat lokal maupun wisatawan datang sehingga mendukung peningkatan perekonomian warga.

Seiring dengan itu, berbagai fasilitas tatanan trotoar sudah tersedia, seperti:

  • Kursi sandar dan non-sandar
  • Tiang lampu
  • Tempat sampah
  • Pelindung pohon
  • Grill manhole cover

Desain Kursi Halte Putra Sari Logam

Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali menggandeng Putra Sari Logam sebagai mitra pengadaan untuk kursi halte.

Kursi halte ini dibuat berdasarkan desain kursi one person, namun 4 kursi digabung menjadi 1 set.
Spesifikasi kursi halte:

  • Material: aluminium cor (kuat dan tahan lama)
  • Panjang: 2 meter
  • Pewarnaan: cat hitam
  • Desain: elegan dan eksotis

Manfaat Kursi Halte bagi Masyarakat

Dengan adanya kursi halte ini, masyarakat Ngawi dapat menikmati nuansa khas Malioboro tanpa harus pergi ke Yogyakarta.
Jalan Yos Sudarso, yang menghubungkan perempatan Kartonyono ke Alun-Alun Ngawi, kini menyerupai ikon Kota Gudeg lengkap dengan fasilitas publik modern.

Kursi halte tidak hanya berfungsi sebagai tempat duduk, tetapi juga menambah estetika dan kenyamanan ruang publik.


Pesan Kursi Halte Berkualitas

Bagi kalian yang ingin menambahkan fasilitas untuk tata kota atau ruang publik, Putra Sari Logam siap menyediakan produk berkualitas tinggi.
Kursi ini terjamin kuat, tahan lama, dan estetik sehingga cocok untuk berbagai proyek tatanan kota.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

CONTACT
πŸ“ Batur Baru, Tegalrejo, Ceper, Klaten 57465
☎ T : (0272) 551 480
πŸ“± P : 0813 9300 6025
βœ‰ E : marketing@putrasarilogam.com

Kursi one person

Fasilitas Museum Sonobudoyo – Kursi Aluminium Cor

Museum Sonobudoyo dan Pengembangan Fasilitas Pendukung

Museum Sonobudoyo merupakan sebuah yayasan yang bergerak di bidang pelestarian kebudayaan Jawa, Madura, Bali, dan Lombok. Sejak awal berdirinya, museum ini memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Nusantara kepada masyarakat luas. Hingga saat ini, Museum Sonobudoyo terus berkembang sebagai salah satu pusat kebudayaan terkemuka di Yogyakarta.

Pada awalnya, yayasan ini berdiri di Surakarta pada tahun 1919 dengan nama Java Instituut. Selanjutnya, melalui keputusan Kongres tahun 1924, Java Instituut menetapkan rencana pendirian museum di Yogyakarta. Sejak saat itu, pengumpulan data dan benda kebudayaan dari wilayah Jawa, Madura, Bali, dan Lombok mulai dilakukan secara bertahap hingga tahun 1929.

Sejarah Berdirinya Museum Sonobudoyo

Sesuai hasil Kongres Java Instituut tahun 1924, pendirian museum di Yogyakarta menjadi agenda utama. Oleh karena itu, Nyverheid Commissie dibentuk pada 12 Juli 1928 dan kemudian diresmikan pada 19 November 1928 oleh Gubernur Yogyakarta saat itu, J. E. Jasper.

Tugas utama komisi ini adalah mempelajari, mengumpulkan, serta mengembangkan kebudayaan pribumi. Hasil dari kegiatan tersebut kemudian dibukukan dengan judul β€œDe Inheemsche Nijverheid op Java, Madura, Bali en Lombok” yang diterbitkan pada tahun 1929. Buku ini dijadikan sebagai pedoman dalam pengumpulan koleksi Museum Sonobudoyo.

Pengembangan Fasilitas Museum Sonobudoyo

Seiring berjalannya waktu, Museum Sonobudoyo terus mengalami perbaikan dan pengembangan fasilitas. Tujuannya tentu untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung serta mendukung penataan kawasan museum.

Beberapa fasilitas yang ditambahkan antara lain tiang lampu, kursi taman, bollard pembatas jalan, tempat sampah, grill cover, manhole, dan fasilitas pendukung lainnya. Dengan adanya peningkatan ini, Museum ini semakin diminati oleh wisatawan yang ingin melihat dan mempelajari benda-benda bersejarah dari masa lampau.

Penambahan Kursi Museum dari Putra Sari Logam

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, pemerintah setempat menggandeng Putra Sari Logam sebagai mitra pengadaan fasilitas kursi di area Museum Sonobudoyo. Kursi tersebut dibuat menggunakan material aluminium cor penuh yang dikenal kuat dan tahan lama.

Berbeda dari kursi yang telah terpasang sebelumnya, kursi terbaru ini dirancang dengan tipe one person atau hanya digunakan oleh satu orang. Dengan desain tersebut, pengunjung dapat beristirahat dengan lebih nyaman setelah berkeliling menikmati koleksi museum.

Solusi Fasilitas Ruang Publik Berkualitas

Dengan adanya penambahan kursi ini, kenyamanan pengunjung Museum Sonobudoyo semakin meningkat. Selain itu, fasilitas tersebut juga menambah nilai estetika kawasan museum secara keseluruhan.

Jadi, bagi kalian yang ingin menambahkan fasilitas untuk penataan kota atau ruang publik lainnya, Putra Sari Logam siap menjadi pilihan terpercaya. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas terjamin, presisi tinggi, dan dikerjakan oleh tenaga profesional.

Informasi Kontak

Putra Sari Logam
πŸ“ Batur Baru, Tegalrejo, Ceper, Klaten 57465
☎ T : (0272) 551 480
πŸ“± P : 0813 9300 6025
πŸ“§ E : marketing@putrasarilogam.com