Lampu Hijr Ismail untuk Tatanan Kota Bengkulu
Halo sobat logam semua, jumpa lagi bersama mimin. Pada kesempatan kali ini, mimin akan membahas salah satu proyek penerangan kota, yaitu lampu Hijr Ismail untuk Kota Bengkulu. Yuk, simak artikel terbaru dari mimin sampai selesai 😊
Sekilas Tentang Kota Bengkulu
Bengkulu merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan ibu kota berada di Kota Bengkulu. Provinsi ini terletak di bagian barat daya Pulau Sumatra dan memiliki kekayaan budaya yang sangat khas.
Salah satu warisan budayanya adalah batik besurek, yaitu kain batik bermotif huruf Arab gundul. Batik ini telah diakui sebagai warisan budaya Indonesia dan menjadi identitas masyarakat Bengkulu. Selain itu, kebudayaan Bengkulu juga dipengaruhi oleh beberapa suku, seperti Suku Rejang, Serawai, dan Lembak.
Tak hanya itu, Bengkulu juga dikenal dengan budaya Tabut, sebuah tradisi unik yang memadukan unsur budaya lokal dengan nilai-nilai Islam secara kultural. Seiring berjalannya waktu, Kota Bengkulu terus berkembang dan berbenah dalam penataan ruang publiknya.
Pengembangan Tatanan Kota Bengkulu
Seiring perkembangan kota, pemerintah setempat berencana melakukan rehabilitasi serta penambahan fasilitas penunjang estetika dan fungsi kota. Oleh karena itu, salah satu fasilitas yang dihadirkan adalah lampu Hijr Ismail.
Lampu ini tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga menjadi elemen dekoratif yang memperindah wajah Kota Bengkulu, khususnya pada area ruang publik dan kawasan strategis.
Spesifikasi Lampu Hijr Ismail
Lampu Hijr Ismail ini dibuat menggunakan material aluminium casting solid dengan tinggi kurang lebih 1,4 meter. Selain itu, lampu ini dilengkapi dengan finishing warna emas yang memberikan kesan mewah, religius, dan elegan.
Desain lampu dikerjakan secara detail, mulai dari bagian umpak hingga mahkota. Dengan demikian, lampu Hijr Ismail mampu menghadirkan nuansa estetika yang kuat sekaligus mendukung konsep penataan kota Bengkulu.
Filosofi Hijr Ismail
Hijr Ismail merupakan area suci yang terletak di sebelah utara bangunan Ka’bah dan berbentuk setengah lingkaran. Tempat ini dibangun oleh Nabi Ismail alaihissalam dan termasuk bagian dari bangunan suci umat Islam.
Sementara itu, Ka’bah secara keseluruhan dibangun oleh Nabi Ibrahim alaihissalam, kemudian Nabi Ismail membantu mengumpulkan batu-batu untuk penyempurnaan bangunan tersebut. Dalam bahasa Arab, batu-batu tersebut disebut hijir, sehingga bagian ini dikenal dengan nama Hijr Ismail alaihissalam.
Filosofi inilah yang menjadi inspirasi dalam desain lampu, sehingga memberikan nilai simbolik dan religius pada tatanan kota.
Solusi Lampu Kota dari Putra Sari Logam
Dengan hadirnya lampu Hijr Ismail, tatanan Kota Bengkulu menjadi lebih indah, berciri khas, dan bernilai estetika tinggi. Oleh karena itu, bagi kalian yang ingin menambahkan fasilitas penerangan untuk tatanan kota maupun ruang publik lainnya, Putra Sari Logam siap menjadi mitra terpercaya.
Selain memproduksi lampu Hijr Ismail, kami juga melayani pembuatan berbagai produk logam berkualitas dengan presisi dan ketahanan terjamin.
CONTACT
Putra Sari Logam
📍 Batur Baru, Tegalrejo, Ceper, Klaten 57465
☎ T : (0272) 551 480
📱 P : 0813 9300 6025
📧 E : marketing@putrasarilogam.com
