Tiang-tiang lampu di jalan telah membantu lancarnya aktivitas pengguna jalan. Para pejalan kaki, pengendara sepeda, sepeda motor, maupun mobil sangat dimudahkan untuk melihat suasana atau kondisi jalan di malam hari.

Tak hanya di jalanan kota besar, lingkup kota kecil, desa, kampung maupun perumahan sudah mulai terpasang penerangan yang cukup, hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah/ masyarakat sekitar lebih memerhatikan lagi keselamatan pengguna jalan. Di luar itu, dalam kondisi penataan kota, pengelolaan sistem pencahayaan yang teratur, dan indah akan menjadi citra dari sebuah kota.

Berbicara tentang sistem pencahayaan, tidak akan lepas dari bahasan tiang lampu. Tiang lampu membuat suasana makin cerah dan indah di malam hari. Tiang lampu jelas berperan menyangga lampu-lampu beragam jenis di malam hari. Sedangkan siangnya, tiang-tiang tersebut akan terlihat lebih menarik karena ukiran, atau bentuknya yang beragam dan mengandung unsur seni/ estetik.

Sebuah tiang lampu, jika diperhatikan secara seksama, terdapat bagian/ komponen yang menjadi satu kesatuan tak terpisahkan. Dalam proses pembuatannya beberapa komponen tersebut sebenarnya masih terpisah satu sama lain. Lalu, apa saja bagian-bagian tiang lampu tersebut? Gudanglampuku akan membahasnya secara singkat. Bagian-bagian tersebut meliputi :

  • Umpak

Umpak merupakan bagian dasar atau pondasi yang dimiliki oleh sebuah tiang lampu. Biasanya umpak terbuat dari batu sendi/ batu gunung. Dengan beragam jenis ornamen yang melekat di luarnya, umpak juga harus memberikan kekuatan bagi tiang lampu. Ibarat seperti sebuah badan, umpak merupakan bagian konstruksi kaki dari keseluruhan tiang lampu. Beragam bentuk umpak juga mencerminkan kekokohan, ciri khas sebuah daerah/ kota, dan memberikan kesan unik nan megah bagi pengamatnya.

Jika dilihat secara detail, umpak setiap daerah berbeda dengan daerah lainnya. Mereka mempunyai ciri dan kemegahan masing-masing.

  • Tiang

Setelah umpak berada di bagian paling bawah/ pondasi, bagian selanjutnya adalah tiang. Tiang menjadi komponen penyangga mahkota sekaligus lampu yang akan menerangi suasana malam. Tinggi rendahnya mempengaruhi cakupan luas tidaknya cahaya yang dipancarkan oleh sebuah tiang lampu. Biasanya, semakin tinggi tiang, maka persebaran cahayanya makin luas. Tak heran, jika tiang lampu dibuat tinggi, maka jenis lampu yang dipasang juga memiliki kekuatan/ daya yang kuat pula. Kawasan sekitar pun akan nampak jelas.

Terkait ketinggian tiang lampu, Gudanglampuku memberikan ukuran sesuai dengan permintaan para pelanggan. Untuk bagian tiang, Gudanglampuku juga menyediakan 2 jenis tiang, yaitu jenis galvanis dan black steel.

Perbedaan keduanya terletak pada pada kemampuannya menahan karat dalam waktu yang lama. Tiang black steel lebih unggul pada faktor harga, yang cenderung lebih murah. Namun secara kuat dan kokohnya, masing-masing memilikinya.

  • Mahkota

Mahkota merupakan bagian paling atas dari sebuah tiang lampu. Sama seperti komponen umpak, bentuk mahkota menjadi simbol/ lambang dari sebuah daerah. Komponen mahkota juga menjadikan pembeda istilah nama antar tiang lampu satu dengan lainnya. Keberagaman ini tercipta karena jenis mahkota yang diproduksi Gudanglampuku berbeda-beda.

Jika tiang lampu dimiliki secara pribadi/ individu, pemilihan mahkota juga mencerminkan kepribadian si pemilik. Beberapa desain mahkota memancarkan kesan atau aura yang manis, lembut dan elegan. Sehingga, Anda sangat disarankan untuk mempertimbangkan desain atau bentuk mahkota dengan tepat, agar kesan mewah nan elegan benar-benar bisa terpancar dan tertangkap oleh orang/ masyarakat sekitar. Keempat komponen tersebut akan menjadi satu kesatuan yang fungsional.

Gudanglampuku menghadirkan produk-produk berbahan dasar coran baja terbaik, yang seluruhnya dibuat oleh tenaga profesional, dan selalu mengedepankan kualitas produk yang berkelas

Tim Gudanglampuku

Author Tim Gudanglampuku

More posts by Tim Gudanglampuku

Leave a Reply